01:12:03 - 18.05.2012
| 4 Kunci Prinsip dalam Pembuatan Proyek Open Source yang Benar-Benar Terbuka |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Tuesday, 07 February 2012 05:09 |
|
Gambaran permukaan bisnis virtual apapun, akan ditemukan penggunaan teknologi open source untuk segalanya, dari web server, database, hingga sistem operasi untuk perangkat mobile. Meskipun biaya selalu menjadi faktor dipilihnya solusi open source daripada proprietary, sebagian besar bisnis tidak hanya berpikiran demikian saat memilih open source, biasanya mereka juga tertarik pada fakta bahwa produk open source lebih inovatif, lebih aman dan lebih cerdas dalam menanggapi kebutuhan komunitas pengguna daripada rekan proprietary mereka. Sebagian besar proyek open source yang sukses memang dibangun oleh komunitas berdasarkan prinsip pencantuman, transparansi, meritokrasi, dan filosofi pengembangan "upstream first". Dengan mengikuti prinsip tersebut, platform open source seperti Android, MeeGo dan Symbian memberikan nilai yang signifikan pada industri perangkat dan service provider melebihi apa yang ditawarkan oleh pembuat platform proprietary. Prinsip 1: Penyertaan Penyertaan bukan pengecualian, selalu menjadi kunci prinsip open source. Idenya sederhana: Tak peduli seberapa banyak orang pintar di perusahaan, masih jauh lebih banyak orang pintar di dunia. Proyek open source yang sukses menyadari bahwa kontribusi dapat datang dari manapun. Contohnya, proyek open source Android terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung. Tidak ada proses ijin bergabung atau biaya keanggotaan untuk Android, hanya keinginan untuk bergabung dan berkontribusi. Dengan memanfaatkan kemampuan dari komunitas yang lebih besar, pengembang open source dapat menghasilkan solusi yang lebih bagus dari proprietary. Prinsip 2: Transparansi Agar upaya komunitas pengembang bisa berjalan, anggota komunitas memerlukan transparansi. Mereka perlu mengetahui apa yang terjadi setiap saat. Dengan menempatkan forum yang tepat untuk mendorong diskusi publik, akan membentuk database terbuka pelacak masalah dan membangun sistem untuk menghimpun permintaan fitur baru, sehingga para developer open source dapat membudayakan kepercayaan melalui tranparansi dan keluhan masalah - yang dapat melumpuhkan inovasi - antar kontributor. Bagi industri perangkat dan service provider, transparansi ini akan menerjemahkan secara langsung ke kemampuan mereka untuk memperbaiki waktu peluncuran dan bersaing di pasaran. Filosofi "rilis lebih awal, rilis sering" yang sering menyertai sebuah budaya transparan memiliki arti mereka dapat mengevaluasi fitur baru lebih awal dalam siklus pengembangan dari pada produk proprietary. Mereka juga bisa menyediakan feedback tepat waktu yang berpengaruh pada rilis final sebuah produk. Prinsip 3: Meritokrasi Tidak seperti hirarki perusahaan teknologi tradisional, komunitas open source adalah salah satu yang berdasar pada prestasi. Kontributor pada produk open source membuktikan dirinya melalui kualitas dan kuantitas kontribusi mereka. Sebagaimana reputasi mereka akan hasil kerja yang bagus tumbuh, pengaruh mereka juga. Sistem yang berdasar pada penghargaan prestasi ini menciptakan lingkungan pengembangan yang lebih stabil daripada sistem yang berdasar pada senioritas, tingkat pendidikan atau koneksi politis. Contohnya Symbian Foundation, dijalankan sebagai sebuah meritokrasi. Walaupun pegawai dari kontributor utama ke original Symbian OS, Nokia dan Sony Ericson juga tetap menjadi anggota yang penting dari tim, yayasan menyambut kontributor baru berdasarkan demonstrasi kemampuan mereka dalam membawa manfaat untuk project. Semua orang dianggap memiliki standar yang sama, tanpa memperhatikan afiliasi perusahaan. Prinsip 4: Filosofi "Upstream First" Akhirnya, pengembangan open source yang mengambil manfaat dari proyek open source yang telah ada dibandingkan mengadopsi perilaku "not invented here", cenderung menjadi pemimpin inovasi, khususnya dalam pasar yang serba cepat. Dengan pendekatan ini, platform dan proyek turunan lain (hilir) mengambil keuntungan dari peningkatan hulunya, dan platform tidak dikenakan biaya pemeliharaan yang terkait dengan pemeliharaan versi turunan dari proyek hulu. (Derek Speed) (sumber: intelegenceinsoftware.com) |


