Home Stories Kapan Seharusnya Open Source Tertulis Dalam Hukum
Kapan Seharusnya Open Source Tertulis Dalam Hukum

Jon  Buys. Sebagai system administrator, aku mulai berpikir tentang source code dan platform komputer dalam jumlah besar. Namun komputer menjadi semakin kecil dan tangguh, dan kenyataan komputer akan ditempatkan di dalam atau pada tubuh kita sebagai rutinitas harian semakin dekat, dan beberapa diantaranya kini telah tersedia. Ketika keamanan, kebebasan dan rasa kemanusiaan kita terikat ke peralatan yang terprogram, bukankah seharusnya kita tidak hanya berangan, tapi juga berharap memiliki hak untuk dapat memeriksa bagaimana alat tersebut bekerja?


Akhir Agustus Karen Sandler, Direktur Eksekutif Yayasan GNOME memberikan cerita singkat tentang implantasi defibrilatornya, sebuah peralatan yang dapat memberikan kejut ke jantung untuk menghidupkannya kembali saat jantungnya berhenti berfungsi. Setelah mendengar berita bahwa dia perlu menggunakan alat tersebut, dia meminta source code ke produsen pembuatnya, namun ditolak. Dan yang lebih buruk lagi, dia menemukan bahwa Food and Drug Administration (FDA) tidak mereview atau memiliki akses ke source code tersebut. Dia juga menemukan bahwa dia tidak memiliki jalan hukum untuk memaksa produsen merilis kode mereka. Dan puncaknya, produsen mengabaikan permintaan Freedom Of Information Act-nya, 2 kali.

Karen berharap mengetahui bagaimana perangkat tersebut ditanamkan ke fungsi jantung. Karena hidupnya bergantung pada peralatan yang akan berfungsi seperti yang diiklankan ketika ia membutuhkan. Software memiliki bugs, dan karena source code tidak direview oleh siapapun dari pihak di luar perusahaan, pemahaman Karen tentang bagaimana software bekerja semakin membuatnya cemas. Tentunya bukan hanya Karen yang mengimplan alat tersebut, namun ceritanya merupakan awal yang tepat untuk membahas kapan dan dimana source code akan dirilis untuk pengawasan publik harus ditetapkan secara hukum. Parlemen Amerika memiliki waktu untuk membahas bagaimana masyarakat seharusnya memiliki akses ke film, bukankah kesehatan dan keselamatan jauh lebih penting?

Aku menyarankan 3 area software yang seharusnya tersedia atas permintaan, tanpa dipertanyakan:

  1. Medical Implants. Secara tegas, berbagai alat elektronik terprogram yang ditempatkan ke tubuh kita seharusnya tersedia untuk direview.
  2. Automotives. Hari ini aku menyalakan mobil van keluargaku dengan menekan tombol sebelum membuka pintu. Software yang mengendalikan pengapian (starter) juga mengendalikan berbagai macam operasi automobile. Karena keamanan kita ketika berkendara tergantung pada operasi yang benar dari kendaraan, maka software untuk kendaraan ini juga perlu tersedia untuk direview.
  3. Perangkat Pelayanan Pemerintah. Mesin pemungutan suara adalah contoh yang paling jelas dari jenis perangkat yang didesain untuk umum untuk layanan penting. Contoh lainnya adalah kamera pengawas kecepatan.


Bila kesejahteraan kita tergantung pada sebuah alat, bukankah seharusnya kita memiliki akses untuk mengetahui cara kerja alat tersebut? Sebelum revolusi digital, sebagian besar alat yang penting bersifat mekanik. Bahkan elektronik dulu sudah terlihat aneh saat ada yang bisa menguak dan memahaminya. Jaman baru memerlukan hukum yang baru pula, hukum yang ditulis untuk melindungi dan memakmurkan masyarakat. Open source kini tidak hanya sebatas pertarungan ditingkat desktop lagi.

 

(sumber: ostatic.com, 22 Januari 2012)