01:00:04 - 18.05.2012
| Untuk Strategi Mobile, Open Source Tawarkan Fleksibilitas |
|
Keinginan akan fleksibilitas -juga penghematan biaya- mendorong semakin banyaknya institusi yang mempertimbangkan penggunaan open source pada strategi mobile-nya. Ketika berbagai universitas mengalami transisi ke mobile-friendly campus, semakin banyak departemen IT yang mempertimbangkan keuntungan teknologi open source. Biaya tentunya menjadi salah satu faktor, tapi sekolah juga tertarik pada fleksibilitas yang ditawarkan oleh open source. Ketika Universitas Chicago pertama kali memperkenalkan teknologi mobile 2 tahun yang lalu, tujuan utamanya adalah untuk meluncurkan sebuah produk secepatnya. Kemampuan developer untuk aplikasi mobile masih sulit didapatkan, jadi masuk akal bila mereka menggunakan vendor. "Saat itu, dengan menggunakan vendor lebih cepat mendapatkan produk siap pakai", jelas Cornelia Bailey, pengalaman pengguna konsultan layanan IT. Saat ini cakupan mobile dan pemikiran universitas telah berubah. Produk aslinya sekarang "tidak cukup fleksibel" untuk perkembangan dunia teknologi mobile yang pesat. Malahan, Bailey dan timnya memutuskan untuk mengeksplorasi kemungkinan menggunakan open source. "Dalam mempertimbangkan open source vs vendor source, kami memperhatikan pada total biaya, anggaran project, kecepatan implementasi, dan kecerdasan," kata Bailey. "Jika kita memerlukan 3-5 tahun untuk mengimplementasikan solusi yang murah, itu bukan pilihan yang tepat". Sebagai bagian dari pengambil keputusan sekolah, Bailey memimpin pilot program yang menyertakan kombinasi teknologi open source dan program integrasi yang disediakan oleh uMobile, proyek open source yang dijalankan oleh Jasig bekerjasama dengan Unicon, perusahaan konsultan software yang khusus bergerak di bidang open source. Menurut pendapat Bailey, pilot program harus memenuhi 2 kriteria: kemampuan mengotentifikasi pengguna ke aplikasi, dan kemampuan untuk mematikan dan menghidupkan function tanpa republish aplikasi. "Jika kita dapat mengotentifikasi pengguna kami -misalnya mereka pegawai fakultas atau murid- kami dapat menampilkan penawaran yang masuk ke masing-masing individu, bukannya memperlihatkan apapun ke semuanya." jelas Bailey. "Jika kita dapat mematikan dan menyalakan function tanpa republish aplikasi, kita dapat menampilkan function dengan batas waktu. Pekan Orientasi dan Akhir Pekan Alumni adalah contoh yang tepat. Acara tersebut hanya relevan di waktu tertentu. Kami lebih memilih menyalakan dan mematikan aplikasinya daripada mempertahankannya sepanjang tahun. (sumber: campustechnology.com, 12 Januari 2012) |