00:56:37 - 18.05.2012
| Kemandirian SID Mandalamekar adalah Hasil dari Gotong Royong |
|
Kepala Desa Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, Yana Noviadi (44), mengikuti semiloka Sistem Informasi Desa (SID) di Gedung University Club, Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta pada Kamis (17/11). Acara semiloka yang dimulai pukul 09.00 WIB, difasilitasi oleh Combine Resource Institution (CRI). Acara yang digelar Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pegiat SID tersebut dihadiri Sudirman Alfian, Kepala Desa Terong, Bantul, Arifin, Kepala Desa Nglegi, Gunung Kidul, serta pakar, pemerhati SID dan perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Bantul dan Gunung Kidul. Desa Terong dan Desa Nglegi adalah dua contoh Desa yang telah memanfaatkan kemudahan pengelolaan data melalui program SID, dengan pendampingan, sehingga bisa memberikan pelayanan terhadap masyarakat lebih baik, cepat dan akurat, sedangkan Desa Mandalamekar sebagai contoh desa yang memanfaatkan SID dengan mandiri yang tercakup dalam Mandalamekar Go Open Source (MGOS). Dalam kesempatan yang diberikan fasilitator untuk memperkenalkan gerakan program SID di Mandalamekar, Yana menjelaskan di Mandalamekar SID merupakan kebutuhan, dimana Mandalamekar masih termasuk kategori desa tertinggal, dengan keterbatasan sarana infrastruktur, sehingga diperlukan pengelolaan informasi secara mandiri untuk memberikan informasi program desa kepada kahalayak dan pemerintah diatasnya sehingga lebih mudah menentukan sekala prioritas dalam pembangngunan di Kabupaten Tasikmalaya. "Saya berharap SID bisa membantu Pemkab untuk menentukan sekala prioritas dalam pembangunan diwilayah Kab. Tasikmalaya" Dalam penjelasan lainnya Yana mengatakan "Disamping tersedianya data yang akurat, juga pentingnya pelatihan teknik penulisan untuk pemerintah desa dan warga agar informasi yang disebarluaskan melalui SID lebih menarik sehingga SID terlihat lebih hidup" "Sebenarnya kemandirian yang dilakukan Mandalamekar dalam SID adalah wujud nyata dari gotong royong antara pemdes, warga dan pengembang SID, sedangkan piranti lunak open source yang digunakan dalam SID, bentuk apresiasi yang setinggi tingginya atas kreatifitas anak bangsa dari Pemerintah Desa Mandalamekar juga SID Mandalamekar ini akan dijadikan percontohan di Kabupaten Tasikmalaya pada 2012 nanti" imbuh Yana. Dalam diskusi semua peserta sepakat bahwa teknologi tepat guna SID sangat dibutuhkan semua desa, penyajian data yang akurat akan membawa desa ke arah yang lebih baik lagi, hanya saja baru beberapa desa yang bisa memanfaatkan teknologi ini karena SID belum didukung sepenuhnya oleh Pemerintah, oleh karenanya SID harus terus diperkenalkan kepada pemerintah di atasnya. Kendala lainnya tidak adanya anggaran, sumber daya manusia yang minim, dan keterbatasan infrastruktur yang akan menjadi tantangan terbesar untuk menyebarluaskan pemanfaatan SID ke desa-desa di seluruh Republik Indonesia. Program SID akan terus diperbaharui disesuaikan dengan kebutuhan yang selalu bertambah, sepertinya semiloka semacan ini harus sering dilakukan agar SID benar benar mendukung kinerja pemerintah desa sesuai dengan perkembangangan zaman. Semuanya terungkap dalam semiloka Membangun Data Dari Desa (SID), dan acara tersebut pun berakhir pada pukul 15.00 WIB. (sumber: www.suarakomunitas.net, 19 November 2011)
|