|
Jon Buys. Sebagai system administrator, aku mulai berpikir tentang source code dan platform komputer dalam jumlah besar. Namun komputer menjadi semakin kecil dan tangguh, dan kenyataan komputer akan ditempatkan di dalam atau pada tubuh kita sebagai rutinitas harian semakin dekat, dan beberapa diantaranya kini telah tersedia. Ketika keamanan, kebebasan dan rasa kemanusiaan kita terikat ke peralatan yang terprogram, bukankah seharusnya kita tidak hanya berangan, tapi juga berharap memiliki hak untuk dapat memeriksa bagaimana alat tersebut bekerja? |
|
|
Keinginan akan fleksibilitas -juga penghematan biaya- mendorong semakin banyaknya institusi yang mempertimbangkan penggunaan open source pada strategi mobile-nya.
Ketika berbagai universitas mengalami transisi ke mobile-friendly campus, semakin banyak departemen IT yang mempertimbangkan keuntungan teknologi open source. Biaya tentunya menjadi salah satu faktor, tapi sekolah juga tertarik pada fleksibilitas yang ditawarkan oleh open source. |
|
Heboh mobil Esemka ternyata bukan hanya di media massa atau media sosial saja. Pada workshop dan Focused Group Discussion (FGD) yang menghadirkan Menteri dan sejumlah kepala daerah pun menjadi bahan pembicaraan. Siswa SMK ternyata banyak memberikan sumbangsih dalam penguatan Sistem Inovasi Daerah (SID). Sepertinya itu bukan gara-gara Menristek Gusti Muhammad Hatta atau latah saja jika sebagian kepala daerah ikut-ikutan menyebut siswa SMK. Ini terjadi pada saat Workshop dan FGD tentang Penguatan Cerita Sukses Penguatan Sistem Inovasi di Semarang pada hari Selasa (17/01/2012). Pada saat menjadi pembicara utama, Menristek memang menampilkan mobil Esemka pada tayangannya yang terpampang pada dua layar lebar di dua sisi ruang pertemuan di salah satu hotel di Semarang. Kiprah siswa SMK kembali disebut-sebut oleh beberapa Bupati atau Walikota yang menghadiri sesi diskusi interaktif dengan Menristek yang didampingi Kepala BPPT. Beberapa kisah sukses sistem inovasi di beberapa kabupaten atau kota pun sering melibatkan sumber daya manusia lokal, di antaranya siswa-siswa SMK. Biasanya mereka terlibat dalam faktor produksi, atau teknologi terapan yang dapat membantu pengembangan daerah di wilayahnya masing-masing. Kisah sukses SID yang mendapat sambutan meriah adalah Walikota Pekalongan. Pak Walikotanya bertekad membawa Kota Pekalongan menjadi pusat batik dunia. Namun bukan soal batik yang mendapat tepuk tangan dari hadirin. Ketika Pak Walikota mengakui keberhasilannya menerapkan perangkat lunak Free Open Source Software (FOSS) di wilayahnya ternyata dibantu oleh siswa SMK, Pak Menteri dan Kepala BPPT pun bangga. Melibatkan putra-putra daerah- meskipun mereka masih siswa SMK- merupakan salah satu inisiatif mumpuni dalam penguatan SID. Akhirnya kiprah siswa-siswa SMK tersebut memberikan andil besar terhadap Kota Pekalongan yang terpilih sebagai Juara Pertama Indonesia Open Source Award (IOSA) 2011 untuk kelompok pemerintah daerah. Inisiatif Walikota Pekalongan ini patut menjadi contoh bagi kepala daerah lainnya. (sumber: kompasiana.com, 17 Januari 2012) |
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 12 |