|
Banjir merupakan kondisi yang sangat sulit dihindarkan, baik di daerah pesisir maupun kota besar. Maka diperlukan sebuah sistem peringatan dini yang terpadu dan efektif. Agar warga mengetahui kapan banjir akan terjadi, terutama pada saat musim penghujan. Flood Early Warning System (FEWS) merupakan aplikasi Delft-FEWS yang dikembangkan oleh Deltares, dan merupakan program open sources yang diintegrasikan dalam bentuk program untuk peramalan banjir yang telah dikembangkan oleh Deltares dan Pusair. Selain itu, ditunjang oleh program integrasi cara pengambilan data melalui satelit yang dikembangkan oleh BMKG, Deltares dan KNMI.
Pengembangan FEWS merupakan salah satu aktivitas kerjasama antara pemerintah Belanda yang diwakili oleh Deltares dan KNMI dengan pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Pusair dan BMKG, Mulai hari Senin (16/01) sampai dengan hari Jumat (20/01) di Hotel Permata Jl. Padjadjaran No. 35 - Bogor, diadakan pelatihan program tersebut dengan peserta pelatihan berasal dari: Balai Hidrologi, Balai Sabo dan Balai Irigasi Pusat Litbang Sumber Daya Air, BMKG, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane.
Pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan-pelatihan sebelumnya mengenai cara pembuatan Setup Hydrological Database dalam Hymos-Fews dan mengetahui cara membuat Validasi Hydro-Meteorological Data yang telah dilaksanakan di Puslitbang Sumber Daya Air dan Pelatihan yang telah dilaksanakan di Belanda pada bulan Oktober 2011, bukan hanya itu para peserta akan dilatih mengenai program sistem peramalan dini kekeringan (Drought Early Warning System) program yang sedang dikembangkan juga oleh Deltares dan Pusair.(Rud)
|
|
|
BENGKALIS – Mulai tahun 2012 mendatang, Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengambil kebijakan untuk migrasi (menganti ) seluruh software berilisensi ke open source software (OSS). Hal itu dilakukan untuk menekan tingkat pemakian software – software bajakan di lingkungan Pemkab Bengkalis.
“Memang tidak semua software berlisensi yang digunakan di lingkungan Pemkab Bengkalis terindisi bajakan. Sebagian ada juga yang legal, karena pada saat pengadaan perangkat keras selalu diikut dengan perangkat lunak yang resmi. Namun, kita tidak menutup mata, bahwa masih ada yang mempergunakan software berlisensi tapi ilegal, “ ujar Bupati Bengkalis melalui asisten I, H. Burhanuddin, saat memberikan sambutan pada acara bimtek pemanfaatan open source software (OSS), bertempat di Hotel Marina, Seasa (13/12/11).
Dikatakan, secara faktual perangkat lunak berlisensi yang beredar di pasaran, memang relatif mahal. Namun, hal ini tetap tidak dapat dijadikan sebagai alasan pembenaran pengunaan perangkat lunak bajakan. Lagi pula, H. Burhanuddin mengatakan perlu dipertanyakan secara kritis, bahwa tingginya tingkat pembajakan perangkat lunak karena masalah harga, karena dalam kenyataannya, ada masyarakat yang mampu membeli perangkat keras (hardware) suatu komputer legal, padahal tidak lebih murah dari perangkat lunak (software) legal.
Dikatakan, untuk mengatasi atau paling tidak mengurangi pembajakan perangkat lunak ini, Pemerintah melalui prakarsa Kementerian Riset dan Teknologi dan Kementerian Komunikasi dan Informasi berupaya mendorong pemanfaatan perangkat lunak open source melalui kebijakan Indonesia Go Open Source (IGOS). Program ini selain untuk mengatasi tingginya pembajakan juga untuk mendorong pengembangan teknologi informasi (TI), khususnya pengembangan aplikasi perangkat lunak di Indonesia. (auf_DP) |
|
“Pelatihan Pemrograman PHP Dalam Rangka Peningkatan Pemanfaatan Perangkat Lunak Open Source Di Kabupaten Aceh Tengah"
Pada tanggal 5 – 7 Oktober 2011 Kementerian Riset dan Teknologi, melalui Keasdepan Iptek Industri Strategis (IIS) mengadakan kegiatan pelatihan Teknologi Informasi berbasis Open Source di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Kegiatan pelatihan ini dilakukan bersama dengan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Aceh Tengah dengan judul “Pelatihan Pemrograman PHP Dalam Rangka Peningkatan Pemanfaatan Perangkat Lunak Open Source”.
Kabupaten Aceh Tengah sendiri sejak tahun 2009 sudah mulai melakukan migrasi ke Open Source untuk perangkat lunak yang digunakan di kantor-kantor Dinas Kabupaten Aceh Tengah. Oleh karenanya dengan Pelatihan PHP sebagai perangkat lunak Open Source tentunya diharapkan akan sangat menunjang pengolahan sistem informasi, khususnya membuat aplikasi berbasis web sederhana yang dapat menunjang pekerjaan sehari-hari. Pelatihan ini sendiri merupakan tindak lanjut dari pelatihan serupa yang dilakukan sebelumnya dalam pengenalan pemrograman PHP.
Kementerian Riset dan Teknologi pada kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Transfer yang didampingi oleh Kepala Sub-Bidang Pemasyarakatan, Keasdepan Iptek Industri Strategis yang kemudian bersama dengan Kepala Dinas Dishubkominfo membuka Kegiatan Pelatihan tersebut. Pelatihan ini sendiri bertempat di Kantor Dishubkominfo yang diikuti oleh 20 orang peserta yang berasal dari Instansi/Dinas Pemkab Aceh Tangah, Mahasiswa dan LSM. (ADIIS) |
|
Sebagai tindak lanjut program penerapan software legal per 31 Desember 2011, Pemerintah kota Blitar telah menggelar sosialisasi penerapan pemantapan Software legal atau OSS di ruang Sasana Praja yang diikuti kepala SKPD awal pekan lalu. Kemudian dilanjutkan dengan bimbingan tehnis (bimtek) dengan tema yang sama, selama tiga hari dimulai tanggal 4 Oktober, yang diikuti sebanyak 65 operator komputer dari masing-masing SKPD se Kota Blitar, di LEC Garum Kabupaten Blitar.
A.Abu Mansyur, SH. M.Si, Kepala Dinas Kominparda Kota Blitar saat dikonfirmasi disela-sela kegiatannya Rabu (5/10) menjelaskan, selama tiga hari berturut-turut, peserta bimtek mendapatkan bekal tekhnis operasional program OSS. Diantaranya pengenalan sistem dasar dan sistem operasi linux, migrasi ke free OSS dan open office. Berbagai materi itu telah dituangkan dalam disk, sehingga selama bimtek masing-masing peserta setelah mendapatkan teori dari nara sumber langsung praktek.
Menurut Abu, pasca kegiatan bimtek ini, operator komputer harus mulai mengoperasikan program OSS. Mengingat pemerintah telah memberikan batasan, seluruh instansi pemerintah harus sudah menggunakan software legal paling lambat akhir tahun 2011. Apalagi migrasi ke program legal sebenarnya tidak terlalu sulit. Kesulitan terbesar adalah mengubah mindset (pola pikir), yang mengganggap program software illegal lebih mudah. Namun jika dalam perkembangannya masih tetap ada kesulitan, pihaknya siap melakukan pendampingan atau menggelar bimtek tambahan.
Dalam acara ini bimtek kali hadir sebagai nara sumber, Mh.Munzair, Singgih Yuniawan dan M. Sholeh. Ketiganya berasal dari Kementrian Komunikasi Informatika RI Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Direktorat Pemberdayaan Industri Informatika.(ram) |
|
Dalam rangka peringatan HAKTEKNAS Ke 16 pada tanggal 12 Agustus 2011, bertempat di Graha Wydia Bhakti-PUSPIPTEK, Serpong diadakan acara Workshop dan Talk Show oleh Keasdepan Iptek Industri Strategis. Kegiatan Workshop bertemakan “Pembuatan Server Internet”, dengan narasumber Ono W. Purbo dan Achmad Syarifudin. Peserta workshop diikuti hanya 87 peserta karena keterbatasan tempat, baik dari perguruan tinggi, LPNK maupun komunitas di bidang TI. Sementara kegiatan Talk Show bertemakan “Membedah Konten Internet & Media Masyarakat”, yang disampaikan oleh: Siska Doviana (Executive Director of The Wikipedia Indonesia), menjelaskan bagaimana proses wikimedia memperoleh konten dari berbagai bidang baik dari perorangan, komunitas maupun berbagai foundation. Saat ini konten yang terkait dengan dunia luar sangat banyak dan mudah diakses, sementara konten yang terkait dengan bangsa ini sangat sedikit. Hal ini disebabkan sedikitnya jumlah personal yang mengirimkan/membuat konten tersebut, Pada kesempatan ini, narasumber menginfokan tentang proses memperoleh hibah pembuatan konten secara online. Ainun (Founder&Principal of Academi Berbagi), menjelaskan tentang kemudahan akses informasi yang diperoleh siswa/siswi saat ini yang harus dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam pengembangan ilmu pengetahuan para siswa/siswi. Doni BU (ICT WATCH), memberikan penjelasan tentang untung ruginya ketika memperoleh kemudahan akses informasi melalui internet selain itu juga dijelaskan tips2 bagaimana menggunakan internet secara sehat dan benar. Ian (Internet & TV Streaming), menjelaskan bagaimana suatu event/kegiatan dapat diinformasikan atau disebar luaskan secara live melalui teknologi TV Streaming, pada kesempatan ini narasumber juga langsung mempraktekan penggunaan TV Streaming tersebut. Dimas P.M & Eko Ramaditya, sementara itu teman-teman tunanetra dari Kartu.com menguraikan tentang keberhasilan mereka dalam berinternet dan membuat karya berbasis IT. Dan penjelasan mereka dapat diambil kesimpulan bahwa keterbatasan yang mereka miliki tidak menyurutkan mereka untuk tetap berkarya khususnya dibidang IT. Adapun peserta Talk Show berjumlah 357 peserta terdiri dari pelajar, mahasiswa, LPNK dan Komunitas serta masyarakat umum. (AD-IIS) |
|
|