19:16:22 - 09.02.2012
| TOT Open Source Software Tenggarong Kutai Kartanegara |
|
Training Of Trainer (TOT) Open Source Software (OSS) kembali digelar, kali ini dilaksanakan di Dinas Komunikasi dan Informatika, Tenggarong, Kutai Kartanegara, yang merupakan tindak lanjut dari Sosialisasi Open Source tanggal 9 November 2009 yang lalu. Pelatihan dibuka oleh Kepala Bidang Pos dan Telekomunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kutai Kartanegara, mewakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Dalam salah satu kata sambutan Kepala Dinas yang dibacakannya disampaikan Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara pembajak software terbesar setelah Vietnam dan China. Tingginya tingkat pembajakan ini menjadikan Indonesia diusulkan masuk dalam prioritas untuk diawasi (priority watch list). Peringatan yang tidak boleh dikesampingkan ini dapat memberikan pengaruh negatif kepada pembangunan ekonomi bangsa secara keseluruhan. Disampaikan pula upaya pemerintah melalui Deklarasi IGOS oleh 5 (lima) Menteri yaitu Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Negara Riset dan Teknologi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Menteri Pendidikan, dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. dimana disepakati bahwa seluruh instansi pemerintah diwajibkan untuk mengimplementasikan dan memanfaatkan aplikasi perangkat lunak legal.Sementara dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi, yang diwakili oleh Kasubbid. Produk Non Komersial menambahkan bahwa penggunaan software legal berbasis OSS ini, merupakan solusi jitu dalam mengatasi permasalahan penggunaan software ilegal, selain dapat menekan tingkat pembajakan software di Indonesia.juga dapat meningkatkan efisiensi anggaran. Kegiatan Pelatihan di Kutai ini diselenggarakan dari tanggal 12-13 November 2009, merupakan kegiatan Asisten Deputi Pengembangan dan Pemanfaatan TI Kementerian Negara Riset dan Teknologi di tahun 2009 dalam rangkaian kegiatan TOT OSS di 20 kota, yang dihadiri oleh sekitar 30 peserta dari perwakilan Kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Timur seperti Kabupaten Berau, Bulungan, Kutai Barat, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Malinau, Nunukan Pasir , Penajam Paser Utara, Tana Tidung, perwakilan kota Bontang, Balikpapan, Samarinda dan Kota Tarakan, dengan materi yang diajarkan adalah Pelatihan Dasar Linux dan Penggunaan Open Office. Kedepan diharapkan dengan terlaksananya kegiatan pelatihan ini, para peserta dapat mengenal dan memahami Open Source Software dan lebih lanjut dapat menjadi tenaga pengajar di lingkungan kerja masing-masing. (amar/igos) |
Pelatihan dibuka oleh Kepala Bidang Pos dan Telekomunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kutai Kartanegara, mewakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Dalam salah satu kata sambutan Kepala Dinas yang dibacakannya disampaikan Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara pembajak software terbesar setelah Vietnam dan China. Tingginya tingkat pembajakan ini menjadikan Indonesia diusulkan masuk dalam prioritas untuk diawasi (priority watch list). Peringatan yang tidak boleh dikesampingkan ini dapat memberikan pengaruh negatif kepada pembangunan ekonomi bangsa secara keseluruhan. Disampaikan pula upaya pemerintah melalui Deklarasi IGOS oleh 5 (lima) Menteri yaitu Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Negara Riset dan Teknologi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Menteri Pendidikan, dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. dimana disepakati bahwa seluruh instansi pemerintah diwajibkan untuk mengimplementasikan dan memanfaatkan aplikasi perangkat lunak legal.