Home Activity Pendayagunaan OSS
POSS
Hanya 198 Website Pemda Aktif
PONTIANAK, TRIBUN - Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (Untan) akan menggelar Seminar dan Workshop eGOSS' 2010 dengan tema membangun e-Government yang efektif menuju Good Governance dengan optimalisasi Free Open Source yang akan dilaksanakan di Hotel Mercure Pontianak pada 7-8 Mei 2010.

Ketua Panitia Seminar dan Workshop eGOSS' 2010, Eva Faja Rifanti menjelaskan kondisi dewasa ini yakni tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang lebih baik menjadikan pemerintah daerah mau tak mau harus mengikuti perkembangan teknologi yang menjanjikan efsiensi yang tinggi dan pelayanan yang lebih baik.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menerbitkan Inpres No. 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Pengembangan e-Government, hal ini merupakan salah satu komitmen pemerintah.

"Tapi yang terjadi masih lambannya pengembangan e-Gov di Indonesia. Karena masih rendahnya `awareness' sebagian besar pengambil keputusan akan potensi telematika,  khususnya e-Gov dalam mempercepat proses reformasi," katanya kepada Tribun.

Di lihat dari pelaksanaan aplikasi e-Gov, data dari Depkominfo menunjukkan bahwa hingga akhir tahun 2005 lalu Indonesia baru memiliki 564 domain go.id, 295 website pemerintah pusat dan pemda, 226 website telah mulai memberikan layanan publik melalui website, dan 198 website pemda masih dikelola secara aktif.

"Permasalahan yang muncul penetrasi IT belum sampai ke daerah pelosok sehingga masyarakat di daerah sulit atau bahkan tidak dapat layanan dari e-Gov. Penggunaan ICT dalam proses business organisasi belum jadi budaya terlebih pada birokrasi pemerintahan. Terlebih dengan kualitas SDM IT yang masih kurang," ungkapnya.

Lanjut Eva, hal ini mesti didukung pada perangkat lunak yang dipakai. Pemerintah Indonesia melalui KMNRT (Kementerian Negera Riset dan Teknologi) telah menginisiasi pengembangan perangkat lunak (sistem operasi maupun aplikasi) yang berbasis open source dan menyebarluaskannya secara gratis.

"Ketergantungan masyarakat umum dan bahkan instansi pemerintah dalam menggunakan perangkat lunak berbayar masih sangat dominan. Makanya, perlu upaya mengubah perilaku penggunaan perangkat lunak ilegal dengan mendiseminasikan perangkat lunak gratis dan terbuka (free open source software) yang dikembangkan Indonesia maupun pihak lain yang tersedia secara luas di Internet," tambahnya.

Hadir dalam kegiatan ini nantinya selain dari pemerintah daerah, ada juga akademisi dan praktisi IT. Salah satu yang akan menjadi pembicaranya dari Swiss German University. Pendaftaran dilakukan secara online dengan mengunjungi http//informatika.untan.ac.id/eGOSS.

(Sumber: Tribun Pontianak Cetak)
 
Sosialiasi IGOS dan Internet Sehat
Makassar, 11 Februari 2009. Dalam rangka kegiatan kunjungan Deputi Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek (Deputi PPI), mewakili MENEGRISTEK ke Makassar, Sulawesi Selatan, diselenggarakan Sosialiasi Program IGOS dan Internet Sehat.
Read more...
 
POSS UNTAR
Jakarta, 1 Februari  2009. Pendayagunaan Open Source Software-Universitas Tarumanegara (POSS UNTAR), telah membangun Sistem Informasi Kependudukan berbasis Open Source dengan database MySQL di Perumahan Medang Lestarai-Tangerang.
Read more...
 
POSS Universitas Hasanuddin
Pada tanggal 30-31 Oktober 2008, telah dilaksanakan Workshop Pusat Pendayagunaan Open Source Software (POSS) di Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Sulawesi Selatan.
Read more...
 
POSS President University
Kegiatan launching POSS di President University (POSS-PU) dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2007 oleh Mennegristek disaksikan oleh Direktur Utama Jababeka dan Rektor President University. Acara ini bersamaan dengan launching PRC dan BTC. Rangkaian acara kegiatan ini berupa launching, exhibition (pameran) dan bisnis gathering.
Read more...