17:35:13 - 05.02.2012
| Open House IGOS |
|
Kunci kemandirian suatu bangsa adalah inovasi. Belakangan ini, kita bahkan makin sering mendengar ungkapan : inovasi atau mati! Dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) pun, kata “inovasi” sudah tidak asing, bahkan menjadi sesuatu yang tidak mungkin ditawar, karena tanpa inovasi, bersiaplah menjadi sekadar pengguna teknologi yang baik, dengan konsekuensi harus membayar kompensasi kepada pihak yang terus mengembangkan inovasi (inovator). Dengan semangat untuk membangkitkan inovasi inilah, Program “Indonesia, Go Open Source” (IGOS) setahun yang lalu, tepatnya 30 Juni 2004 dideklarasikan. Tumbuhnya kesadaran untuk meraih kemandirian dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology-ICT), salah satunya harus ditopang dengan tersedianya berbagai pilihan terhadap perangkat lunak (software) yang dapat digunakan oleh masyarakat. Dari beberapa alternatif yang tersedia, pilihan untuk mengembangkan dan memanfaatkan open source software (OSS) merupakan pilihan yang rasional, baik dari segi ekonominya, maupun tingkat keamanannya (security).Upaya ini sejalan dengan penegakan hukum dalam pemanfaatan software legal baik yang bersifat open source maupun proprietary di semua kalangan, termasuk di swasta maupun di lingkungan pemeritahan. Di sisi lain pemerintah perlu menyediakan solusi yang disebabkan adanya penegakan hukum tersebut dengan menyiapakan aplikasi komputer yang legal dan murah yang dapat dijangkau oleh masyarakat. Sebagai bentuk kepedulian pemerintah bagi masyarakat ini, Tim IGOS dengan semangat “Kreatifitas tanpa batas” yang memperoleh dukungan dari berbagai perguruan tinggi, komunitas, pengembang software lokal, vendor serta asosiasi TI yang memiliki kemampuan dalam pengembangan aplikasi perangkat lunak, berusaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam kaitan ini, Kementerian Negara Riset dan Teknologi bersama Departemen Komunikasi dan Informasi beserta stakeholder lain menyelenggarakan Open House Program IGOS pada tanggal 12 Juli 2005 bertempat di Ristek, Lobby Gedung II BPPT, Jalan M.H. Thamrin No. 8 Jakarta Pusat, dengan tema : “Inovasi Open Source Software (OSS) Karya Anak Bangsa Menuju Kemandirian Nasional” Kegiatan ini merupakan salah satu ajang promosi dan sosialisasi produk berbagai aplikasi perangkat lunak berbasis open source karya anak bangsa yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Beberapa jenis aplikasi OSS yang akan dipamerkan antara lain : (1) Aplikasi desktop dan server; (2) Aplikasi e-business skala Enterprise (ERP) yang dapat dimanfaatkan untuk usaha kecil menengah (termasuk usaha warnet), dan retail; (3) Aplikasi e-gov untuk tingkat back office maupun layanan publik antara lain: sistem kepegawaian, sistem keuangan, sistem absensi dan sistem integrator; (4); Aplikasi untuk Pendidikan (e-learning dan digital library); (5) Aplikasi kesehatan (e-health); (6) aplikasi e-management) dan (6) Aplikasi permainan (games). Selain itu, dalam kegiatan ini dipublikasikan buku dan majalah tentang OSS, serta kegiatan temu konsultasi/bisnis open source untuk development dan deployment. |
Dengan semangat untuk membangkitkan inovasi inilah, Program “Indonesia, Go Open Source” (IGOS) setahun yang lalu, tepatnya 30 Juni 2004 dideklarasikan. Tumbuhnya kesadaran untuk meraih kemandirian dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology-ICT), salah satunya harus ditopang dengan tersedianya berbagai pilihan terhadap perangkat lunak (software) yang dapat digunakan oleh masyarakat. Dari beberapa alternatif yang tersedia, pilihan untuk mengembangkan dan memanfaatkan open source software (OSS) merupakan pilihan yang rasional, baik dari segi ekonominya, maupun tingkat keamanannya (security).